DP3A KOTA BIMA EDUKASI SISWA MTsN 1 KOTA BIMA TENTANG PENCEGAHAN BULLYING DAN PELECEHAN SEKSUAL PADA RANGKAIAN MPLS TAHUN 2026

Kota Bima – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima kembali melanjutkan rangkaian Monitoring, Evaluasi, Pembinaan, dan Pendampingan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dipadukan dengan kegiatan edukasi bagi peserta didik baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan dilaksanakan di MTsN 1 Kota Bima pada Selasa (14/7/2026) pukul 13.30–14.30 WITA, bertempat di Masjid MTsN 1 Kota Bima.

Kedatangan bidang PHA DP3A Kota Bima bersama Forum Anak Kota Bima dan Duta Anak Kota Bima disambut hangat oleh Kepala MTsN 1 Kota Bima, H. Abdul Gani, S.Ag., beserta dewan guru dan panitia MPLS. Sambutan positif tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung upaya perlindungan anak serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3A Kota Bima, Hj. Suhadah, SE., M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai perlindungan anak kepada peserta didik baru. Beliau mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama mencegah perundungan (bullying) dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, serta berani menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak.

Pada kesempatan tersebut, Hj. Suhadah juga memperkenalkan Forum Anak Kota Bima sebagai wadah partisipasi anak di bawah pembinaan DP3A Kota Bima. Melalui Forum Anak, para remaja dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas diri, menyampaikan aspirasi, serta berkontribusi dalam mewujudkan Kota Bima sebagai Kota Layak Anak.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Duta Anak Kota Bima dengan pendekatan yang interaktif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan remaja. Para peserta diajak mengenal berbagai hak anak, memahami bentuk-bentuk bullying, serta mengenali bagian tubuh pribadi (area privasi) yang tidak boleh dilihat maupun disentuh oleh orang lain tanpa persetujuan sebagai bentuk perlindungan diri dari kekerasan dan pelecehan seksual.

Agar suasana belajar lebih menarik, penyampaian materi dikemas melalui sesi tanya jawab, permainan edukatif, Tepuk Hak Anak, nyanyian, serta jargon penyemangat yang membuat peserta aktif berinteraksi. Pendekatan sebaya yang digunakan oleh Duta Anak Kota Bima menjadikan materi lebih mudah dipahami sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Sebagai penguatan materi, Kurniawati, S.Psi., selaku staf Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kota Bima melanjutkan sesi edukasi dengan menjelaskan dampak bullying terhadap kesehatan mental, perkembangan psikologis, dan kepercayaan diri anak maupun remaja.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, Kurniawati memberikan berbagai contoh perilaku bullying yang kerap dijumpai di lingkungan remaja, seperti mengejek teman karena berjerawat, warna kulit, bentuk tubuh, tinggi badan, maupun menjadikan nama orang tua sebagai bahan ejekan. Melalui contoh-contoh tersebut, peserta diajak menyadari bahwa perkataan maupun tindakan yang dianggap sebagai gurauan dapat berdampak pada kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memengaruhi prestasi belajar seseorang. Oleh karena itu, budaya saling mengejek tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar ataupun dinormalisasi di lingkungan sekolah.

Peserta juga didorong untuk membangun sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta memiliki keberanian untuk melapor kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying atau bentuk kekerasan lainnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta MPLS aktif menjawab pertanyaan, berbagi pendapat, serta mengikuti setiap rangkaian edukasi dengan semangat. Suasana yang komunikatif dan menyenangkan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga diri sendiri dan menghormati hak-hak orang lain.

Di akhir kegiatan, Kepala MTsN 1 Kota Bima, H. Abdul Gani, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi yang diberikan oleh DP3A Kota Bima bersama Forum Anak dan Duta Anak Kota Bima. Beliau berharap kehadiran Duta Anak dapat menjadi teladan positif bagi para peserta didik untuk memanfaatkan waktu luang dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, menjauhi perilaku negatif, serta menjadi generasi yang mampu mengajak teman-temannya kepada kebaikan. Beliau juga berharap ke depan akan lahir siswa-siswi MTsN 1 Kota Bima yang bergabung dalam Forum Anak dan mampu mengharumkan nama sekolah sebagai Duta Anak Kota Bima.

Melalui kegiatan ini, DP3A Kota Bima terus memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak melalui edukasi yang partisipatif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan remaja. Diharapkan para peserta didik tidak hanya memahami hak-hak anak, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk bullying dan kekerasan, menghormati sesama tanpa diskriminasi, serta berperan aktif sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Bima sebagai Kota Layak Anak.