DP3A KOTA BIMA LANJUTKAN EDUKASI MPLS DI MAN 1 KOTA BIMA, PERKUAT PENCEGAHAN KEKERASAN DAN PERAN ANAK SEBAGAI PELOPOR DAN PELAPOR TAHUN 2026

Kota Bima – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima kembali melaksanakan kegiatan edukasi dalam rangka Monitoring, Evaluasi, Pembinaan, dan Pendampingan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan kali ini dilaksanakan di MAN 1 Kota Bima pada Rabu (15/7/2026) pukul 08.00–09.00 WITA, dengan mengangkat materi pencegahan kekerasan dan pelecehan terhadap anak, pencegahan bullying, serta penguatan peran anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).

Kegiatan dibuka oleh guru dan panitia MPLS MAN 1 Kota Bima yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim DP3A Kota Bima bersama Forum Anak dan Duta Anak Kota Bima. Selanjutnya, panitia mempersilakan tim DP3A untuk menyampaikan materi edukasi kepada para peserta MataMuda MAN 1 Kota Bima.

Mengawali sesi edukasi, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kota Bima, Hj. Suhadah, SE., M.M., memberikan sambutan sekaligus penguatan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Beliau mengajak seluruh peserta didik untuk saling menghormati, menjaga diri, serta berani menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak.

Penyampaian materi kemudian dilanjutkan oleh Duta Anak Kota Bima dengan pendekatan yang interaktif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan remaja. Awalul Firdaus, Duta Anak Kota Bima I, menyampaikan materi mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali bentuk-bentuk kekerasan, menjaga diri, serta berani berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan yang mengancam keselamatan anak.

Selanjutnya, Raisha Rizki Fadillah, Duta Anak Kota Bima II, mengajak peserta mengenal hak-hak anak serta memahami bagian tubuh pribadi (area privasi) yang harus dijaga dan dihormati oleh setiap orang. Materi dikemas secara menarik melalui nyanyian dan Tepuk Hak Anak, sehingga peserta lebih mudah memahami pesan yang disampaikan sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Hanif, fasilitator Duta Anak Kota Bima, yang membahas mengenai perundungan (bullying). Peserta diajak mengenali berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan remaja disampaikan agar peserta memahami bahwa tindakan seperti mengejek, menghina, mengucilkan teman, maupun menyebarkan informasi yang mempermalukan orang lain bukanlah bentuk candaan, melainkan perilaku yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri korban.

Ketiga narasumber menyampaikan materi secara bergantian dengan metode yang interaktif melalui diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, dan berbagai ice breaking. Antusiasme peserta MataMuda MAN 1 Kota Bima terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, berbagi pendapat, serta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Anak Kota Bima juga mengajak anggota Forum Anak Kota Bima yang berasal dari MAN 1 Kota Bima untuk lebih aktif menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) di lingkungan sekolah. Mereka didorong untuk menjadi contoh positif bagi teman-temannya, menyampaikan edukasi mengenai hak-hak anak, serta memperkenalkan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam menyuarakan aspirasi dan berkontribusi dalam pembangunan yang ramah anak.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyampaian Jargon Anak Kota Bima, yang disambut dengan penuh semangat oleh seluruh peserta. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara DP3A Kota Bima, pihak sekolah, Forum Anak, dan para peserta didik untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui kegiatan edukasi ini, DP3A Kota Bima terus memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak sebagai salah satu indikator Kota Layak Anak. Diharapkan para peserta didik tidak hanya memahami hak-haknya sebagai anak, tetapi juga memiliki keberanian untuk melindungi diri, menghargai sesama, serta menjadi agen perubahan yang aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua anak.