FORUM ANAK KOTA BIMA GELAR KEGIATAN “AKU ANAK AKU BERHAK: MENGENAL TUBUH, HAK, DAN POTENSIKU” TAHUN 2026
Kota Bima – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima bersama Forum Anak Kota Bima (FAMBO) melaksanakan kegiatan Forum Anak di Lapangan dengan tema “Aku Anak Aku Berhak: Mengenal Tubuh, Hak, dan Potensiku” pada Minggu (21/06/2026) di Museum Asi Mbojo Kota Bima.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan siswa-siswi SMP/MTs dan SMA/MA sederajat se-Kota Bima yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta anggota Fambo.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kota Bima, Hj. Nurhaidah, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya memberikan ruang partisipasi bagi anak untuk mengenali diri, memahami hak-haknya, serta mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
“Anak-anak perlu memahami bahwa mereka memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan mendapatkan perlindungan. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak semakin percaya diri, mampu mengenali potensi diri, serta menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan diri, mengenal tubuh, hak-hak anak, dan potensi diri yang disampaikan oleh Kurniawati, S.Psi dari DP3A. Penyampaian materi dilakukan menggunakan metode reflektif River of Life atau Sungai Kehidupan, yaitu sebuah aktivitas yang mengajak peserta menggambarkan perjalanan hidup mereka mulai dari pengalaman yang berkesan, tantangan yang pernah dihadapi, hingga harapan dan cita-cita di masa depan.
Melalui metode ini, peserta diajak untuk mengenali diri sendiri secara lebih mendalam, memahami berbagai pengalaman yang membentuk diri mereka saat ini, serta menggali potensi yang dimiliki. Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, di mana peserta secara kreatif menuangkan cerita kehidupannya ke dalam gambar sungai kehidupan yang mereka buat.
Peserta selanjutnya dibagi ke dalam tiga kelompok besar yang masing-masing didampingi oleh:
1. Awalul Firdaus (Duta Anak 1 Kota Bima)
2. Raisha Rizki Fadillah (Duta Anak 2 Kota Bima)
3. M. Hanif Fauzan (Fasilitator Duta Anak Kota Bima)
Dalam kelompok tersebut, peserta secara bergantian berbagi cerita mengenai perjalanan hidup yang telah mereka gambarkan. Suasana diskusi berlangsung hangat, terbuka, dan penuh antusiasme. Banyak peserta yang dengan percaya diri menceritakan pengalaman hidup, prestasi, tantangan, serta mimpi yang ingin mereka capai di masa depan.
Kegiatan juga diisi dengan sesi penguatan materi mengenai hak-hak anak dan pengembangan potensi diri yang disampaikan oleh para Duta Anak Kota Bima. Pada sesi ini, para Duta Anak berbagi pengalaman mengenai proses mereka mengenali minat dan bakat, aktif dalam berbagai kegiatan sekolah dan organisasi, serta memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi inspirasi bagi peserta untuk lebih berani mencoba hal-hal baru dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali dan melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan permainan digital.
Melalui permainan tradisional tersebut, peserta diajak untuk tetap mengenal dan mencintai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, permainan tradisional juga memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, seperti meningkatkan aktivitas fisik, melatih kerja sama, sportivitas, komunikasi, konsentrasi, serta kemampuan memecahkan masalah. Antusiasme peserta terlihat selama permainan berlangsung, di mana mereka aktif berpartisipasi dan menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi.
Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari seluruh peserta. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari sesi refleksi diri, diskusi kelompok, penguatan materi, hingga permainan tradisional. Banyak peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, memperluas pertemanan, serta membantu mereka lebih mengenali diri dan potensi yang dimiliki.
Melalui kegiatan ini, DP3A Kota Bima dan Forum Anak Kota Bima berharap semakin banyak anak yang memahami hak-haknya, mampu mengenali potensi diri, serta berani berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju generasi Kota Bima yang berdaya dan berprestasi.